Syalom saudara semua, bagaimanakah
kabar saudara hari ini, luarbiasa? Ingat – ingat kalo sudah bulan menjelang
natal ini semua pasti disibikkan dengan latihan natalkan? Tentu saja ada yang
sibuk mempersiapkan liturgy, sibuk latihan vocal group, sibuk latihan koor dan
tidak ketinggalan sibuk mempersiapkan yang namanya drama. Berbagai cara pasti
kita lakukan untuk mempersiapkan hari peringatan lahirnya YESUS KRISTUS kedunia
ini. Pada intinya kita akan lakukan yang terbaik untuk NATAL.
Nah, sekarang saya akan memposting
drama singkat buat saudara semua yang saat ini membutuhkan naskah drama buat
sekolah minggu atau pemuda/remaja. Mungkin naskah drama yang akan saya bagikan
ini adalah yang kalian cari. Semoga membantu saudara semua, terimakasih. Syalom
SINOPSIS
Tokoh : keluarga miskin
1.
Ayah (hasen)sengsara namun baik
2.
Ibu (mida)berhati mulia
3.
Sena (sebagai anak )jujur dan sederhana
Keluarga kaya
1.
Ayah ( alfin)sifat berbelas kasihan
2.
Ibu (mia)sombong
3.
Dinda (sebagai anak)licik dan sombong
Setting panggung :
1.
Rumah bersuasana mewah
2.
Rumah bersuasana seba berkekuranagan
3.
Sekolahan (SMU)
Kutipan pengajaran :
janganlah kita sonbong dan congkak terhadap sesame kita hanya karena kita kaya.
Janganlah kita juga menganggap semua orang itu rendah, karena mereka yang kita
anggap rendah adalah tinggi di mata Tuhan. Semua perbuatan yang kita lakukan
akan kita dapatkan imbalanya atau akan kita dapatkan akibatnya cepat ataupun
lambat. Karena mata Tuhan ada di segala tempat malihat apa yang baik dan
melihat yang jahat. Ingatlah Tuhan selalu ada siap menolong kita setiap kita
butuh pertolonganNYA.
Naskah drama
Penulis
Di desa
yang sangat terpencil ini ada sekeluarga yang selalu taat kepada TUHAN, dilihat
dari serba kekurangan yang mereka miliki sangat mustahil jika mereka selalu
setia dan taat beribadah, namun mereka selalu menjalankan hal mulia itu tanpa
satu alas an apapun. ( suasana setelah mereka pulang dari gereja, mereka
sekeluarga asyik membicarakan sekolah Sena. Sena yang beruntung masuk SMU yang
kini terfavorit di kota).
Hasen : sena… sena…..
( ayah memanggil lembut )
Sena : ya ayah,
ada apa?
Hasen : besok ayah dan ibu mengantar kamu kesekolah
mu ya, biar nanti kamu tinggal di rumah tempat ibu mu kerja. Biar menghemat
biaya mu nantinya ya, nak,?
Mida : bagaimana menurut mu sen? Apa yang di
katakana ayah mu sangatlah bagus, kamu kan tau sendiri keadaan kita nak, kita
orang yang kurang mampu. Sedangkan biaya sekolah mu saja nanti kami cukupi
sudah syukur. Jadi lebih baik lah kamu tinggal di tempat ibu bekrja, nanti
biaya makan kita sudah di tanggung majikan ibu, kamu tenang saja ibu sama mu
akan sama –sama tinggal disana, hari sabtunya sesudah kamu pulang sekolah baru
kita pulang kesini. Bagaimana biar kami antar kamu besok sen?
Sena : ya ayah, ya ibu, jika itu yang terbaik
akan sena turutin
Penulis : setiba di rumah pak Alfin, mereka datang
dengan sambutan pak Alfin yang lemah lembut.
Alfin : syalom pak Hasen, syalom bu Mida,
syalom Sena. Silahkan masuk.
Penulis : dipersilahkan duduk di ruang tamu dan mereka
pun mulai berbincang-bincang
Hasen : setelah yang kami beritahu sebelumnya pak,
bolehkah Sena tinggal disini bersama ibunya? Karena saya rasa tidaklah baik
jika dia harus bolak-balik kota kekampung hannya bersekolah.
Alfin : biaslah pak Hasen, tentu saya juga akan
senang. Karena Dinda juga akan satu sekolah dengan Sena. Mungkin jika Sena
tinggal disini Dinda juga ada temannya belajar.
Penulis :
ditengah perbincangan yang masih hangat, tiba-tiba ibu Mia dengan Dinda datang.
Dengan sinis mereka melihat Sena dan keluarga.
Hasen : syalom ma, mamah sudah pulang?
Mia : yap ah, ada apa kog rame-rame disini?
Mida : gini buk, saya dan suami saya minta ijin
pada keluarga ibu supaya mengijinkan Sena tinggal disini, karena terlalu jauh
jika dia nanti Sena bolak-balik kampong, toh, saya juga kerja disini bu,?
Mia : oh, itu, ya sudah terserah kamu aja
deh pah…
Penulis : dengan langkah yang cepat ibu Mia menarik
putrinya Dinda kekamarnya dan pergi dari ruang tamu itu.
Alfin : ya
sudahlah kalo gitu pak Hasen saya mengijinkan Sena tinggal disini
Hasen ; terimakasih pak, terimakasih banyak pak.
Kalo gitu saya ijin pamit oualng pak.
Alfin: ya pak
sama-sama, hati-hati di jalan ya pak Hasen?
Mida : hati-hati
pak di jalan
Sena : hati-hati ya ayah
(pak Hasen lekas
pergi)
( pagi yang cerah
tiba Dinda dan Sena pergi sekolah sedangkan pak Alfin pergi kekantor. Begitu
juga dengan ibu Mida yang sibuk memasak sarapan sebelum mereka berangkat
kesekolah. Tak ketinggalan dengan ibu Mia yang sibuk mengurus putrinya Dinda
berangkat sekolah)
Alfin : dinda, sena, jika sudah siap sarapan
masuk mobi ya, biar ayah aja yang ngantar kalian sekolah.
Dinda : sena ikut juga papa antar?
Alfin ; ya dong Din, kalian kan satu sekolah
Sena : makasih om, makasih banget(penuh
keriangan) sedangkan Dinda diam tidak suka melihat Sena
Penulis : disekola mereka bukanya akur
atau saling menjaga satu sama lain. Dinda malah berusaha membuat Sena takut.
Dinda juga selalu mengejeknya dengan sebutan ‘anak pembantuku ini”Namun
walaupun begutu Sena tidak pernah dendam melihat Dinda. Sena selalu
mengasihinya layaknya saudaranya sendiri. Sena yang polos dan baik itu selalu
mengajak Dinda ketempat ibadah, dan mengajari Dinda cara berdoa, mengajarnyinya
mata pelajaran lainnya. Kadang-kadang Dinda mau pergi denganya ke greja itupun
jika pak Alfin memaksanya.
Sepanjang
perjalanan pulang dari simpang ke rumah Sena mengajak-ajak Dinda ke greja,
namun di respon negative oleh Dinda
Sena : din, nanti malam ada ibadah pemuda loh,
di greja yang dekat rumah. Kesana yuk nanti malam?
Dinda : pergi aja sendiri (dengan wajah sinis)
Sena : kalo kamu tidak mau gak apa-apa, besok
aja kamu ikut ibadah rayanya ya,,
Dinda : eh,, anak pembantu, kalo mau pergi, pergi
aja, gak usah ajak-ajak saya. Kenapa sih kamu, gak bosan-bosanya ngajkak saya
ke greja? Semenjak ada kamu di rumah itu membuat saya muak tau gak sih loh?
Sena : sen aku gak mungkin bosan ngajak kamu ke
greja. Kau harus sadar Din, kamu sehat sampai sekarang itu karena Tuhan.
Dinda : jangan sebut-sebut nama Tuhan. (jawabnya
kejam, kemudian lekas pergi masuk rumah)
Banyak hal-hal yang positif yang dilakukan Sena dengan ibu
Mida dirunah itu, seperti berdoa sebelum makan, sebelum tidur, ataupun berdoa
pagi-pagi. Namun hal ini sangat membuat ibu Mia dan Dinda terganggu. Mereka
selalu ingin mengusr Sena dan ibunya, namun tidak pernah behasil karena pak
Alfin yang baik hati itu selalu mendikung ibu Mida dan Sena.
Dinda : mah, aku tau
caranya supaya mereka cepat keluar dari rumah kita
Mia : gimana
saying? (ujarnaya bingung)
Penulis : mereka berbisik
rencanakan hal jahat. (rencana yang mereka susun yaitu memfitnah Sena dengan
memnyembunyikan sejumlah uang dan perhiasan k etas sekolah Sena
Mia :Dinda,,,,
dinda,,,, dinda,,, (panggil ibunya teriak keras
Dinda : ya mah,
Mia : ada gak
kamu lihat uang mama yang dilemari itu ama perhiasan mama hilang saying
Alfin : mungkin
mama slah simpan?
Mia : gak pa,
mama itu masih muda, masih cantik gak mungkin mama salah simpan(jawabnya dengan
lantang )
Dinda : dirumah ini cumin ada mama,papa, aku, ibu
Mida dan Sena, jangan-jangan kamu lagi yang ngambinya Sen?
Alfin : Dinda, jaga mulut mu itu,(ujar ayahnya
dengan tegas
Mia : ya ampun pa, mungkin aja kan, coba
mana tas mu?
Dinda : periksa aja ma
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Mia : nah ini buktinya, kenapa semua
perhiasan saya, uang-uang saya ada di tasmu anak busuk?
Mida : ada apa ini bu?
Dinda : anak kamu yang kamu kasihi ini sudah
mencuri uang sama perhiasan mama saya. Gak nyangka ya, selama ini kamu itu sok
tobat, sok taat sama Tuhan mu, eh,, kenyatanya busuk.
Dengan keras Mida
menampar Sena
Mida : kenapa kamulakukan itu?
Sena : aku tidak mungkin melakukan itu
bu,(jawabnya sambil menangis)
Alfin : cukup bu Mida, anda tidak perlu
menampar anak ibu sendiri, yang jelas semuanya sudah terbongkar. Kalian berdua
pasti sudah sekongkol merencanakan ini semua. Cukuplah sampai disini ibu Mida
dan Sena tinggal disini, tolong kalian berskan barang-barang kalian dan pergi
dari rumah ini.
Mida : maaf pak Alfin jika saya sudah dan anak
saya sudah membuat bapak malu
Merek lekas
mengemas barang-barang mereka
Penulis : di sepanjang perjalanan pulang kekampung Sena
berulang-ulang meyakinkan ibunya bahwa dirinya tidak pernah mencuri seperti
yang dituduhkan kepadanya. Namun ibu Mida selalu diam menangis tidak mau bicara
dengan Sena. Setiba di rumah, pak Hasen heran melihat kedatangan mereka yang
mendadak. Setelah semua usai diceritakan pak Hasen tidak percaya Sena putrinya
yang selama ini ia banggakan itu sudah melakukan hal yang memalikan itu.
Sena : pak, aku tidak mungkin melakukan itu.
Bu, aku tidak tau kenapa barang-barang itu ada di tas sekolahku.
Mida : sudahlah sen, percuma juga kamu
nangis-nangis berulang kali bilang itu sama ibu. Ibu itu kecewa sama kamu sen,
selama ini ibu didik kamu dengan baik, ibu ajari kamu semua hal yang baik, tapi
kamu berbuat itu
Hasen : belum tentu juga Sena yang melakukan itu
bu, mungkin Sena difitnah, karena selama ini bapak lihat mereka kurang senang
dengan Sena
Mida : ya sudah lah kalo gitu pak, maafkan ibu
Sen, ibu kekamar dulu istirahat ya.
Penulis : betapa senangnya Dinda dan Mia atas kepergian
Sena dan ibunya dari rumah mereka. Tiap waktu mereka tertawa tanpa beban dan
tanpa rasa bersalah apapun.
Dinda : mah, gimana kalo kita shopping sekarang,
aku pengen belanja sepuasnya
Mia : ya saying. Mama tau maksud mu, kamu
pasti pengen rayain kebahagiaan kamu kan
Dinda : ya dong ma, setelah mereka pergi aku
merasa rumah kita udah seperti surge, hahahahahahah
Panulis setelah
mereka puas dengan shopping mereka, mereka bergegas hendak pulang
Mia : mamah kepengen ketoilet bentar din,
tolong kamu setir mobil ke pinggir jalan ya, biar gampang nanti narok
barang-barangnya.
Dinda : ya , mah
Dinda yang ingin
hendak mengambil barang-barang itu kedalam mall, ia ditabrak lari sebuah mobil.
Setiba di RSU
Setelah
pemeriksaan dokter oak Alvin dan ibu Mia masuk ruang rawat Dinda
Dinda : mah, pah, kaki ku kenapa? Kog gak bias
gerak?
Mia : sabar ya saying, kaki kamu sebelah
kanan di aputasi dokter, karena udah patah( ujar ibu mia sedih)
Dinda : gak mungkin,,, gak mungkin,,,, (jaabnya
histeris)
Alfin : sabar nak, ( penuh air mata)
Beberapa jam
kemudia setelah dinda berhenti menangis
Dinda : pah, maafin Dinda,,,
Alfin : kenapa din?
Dinda : mugkin ini hukuman buat Dinda pah, dinda
sudah fitnah Sena, Dinda yang narok perhiasan sama uang mamah kedalam tas Sena.
Alfin : ya Tuhan, kenapa kamu lakukan itu, Sena
itu anak yang sangat baik, tapi kamu tega menyusahkannya.
Mia : maafin mama juga pah, mama sudah
sekongkol dengan Dinda pah
Alfin : ya Tuhan kalian ini, mereka adalah
keluarga baik. Ada apa dengan kelian? Hanya karena kelian tidak suka, kelian
setega itu?
Mia : maafin mamah pah, mama janji tidk
seperti itu lagi
Alfin : ya sudah kalo begitu, mah, kamu telefon
mereka supaya datang kerumah kita, papa ingin meminta maaf langsung atas dosa
keluarga kita
Mia : yap ah
Singkat cerita
setiba keluarga pak Hasen di RSU mereka saling maaf-memaafkan.
By : herlina julianty pandiangan